Senin, 01 April 2019

Tips : Melihat, Mendengar atau Melakukan Yang Mana Gaya Belajar Kamu?



Melihat, Mendengar atau Melakukan
Yang Mana Gaya Belajar Kamu?


source picture: teachingenglishgames.com



Hay apakah kamu pernah melihat temanmu yang sebelum ujian dia suka menulis kembali materi materi yang telah dipelajari? Dia suka sekali menulis dan bicaranya sangat cepat. Ada juga mungkin, teman kamu yang sambil mengerjakan tugas suka bicara sendiri? Dia menyukai mendengarkan seminar daripada membaca buku? Atau yang terakhir nih kamu atau teman kamu termasuk orang yang harus praktik dulu baru paham? Kamu banyak menggerakan anggota badan saat bicara?
Apa yang tertulis di atas mewakili ciri ciri gaya belajar setiap orang. Orang pertama di tulisan di atas kemungkinan adalah orang yang memiliki gaya belajar VISUAL. Orang kedua bisa saja seorang pembelajar AUDITORI. Orang terakhir adalah orang yang disebut dengan pembelajar KINESTETIK.
Apa sih GAYA BELAJAR itu? Apa pentingnya kita tahu gaya belajar kita atau orang di sekitar kita? Gimana ciri ciri orang VISUAL, AUDITORI, dan KINESTETIK? Mari kita bahas satu demi satu yaak

GAYA BELAJAR
Gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, di sekolah dan dalam situasi-situasi antar pribadi. Gaya belajar tiap orang berbeda-beda. Ada yang cenderung pada indera penglihatan, pendengaran dan peraba. Gaya belajar adalah kecenderungan seseorang dalam menyerap informasi di sekelilingnya. Ada orang yang cenderung sangat memahami sesuatu dengan MELIHAT (visual), ada yang cenderung sangat memahami sesuatu dengan MENDENGAR (AUDITORI), ada juga orang yang baru paham kalau dia sudah mengalami/ MEMPRAKTIKAN (KINESTETIK). Namun, ada juga yang bisa dengan ketiga nya.
Saat membahas mengenai gaya belajar para peneliti menggunakan dua konsep yaitu:
1.       Modalitas = cara termudah kita menyerap informasi
2.       Dominasi otak = cara kita mengatur dan mengolah informasi
Gaya belajar seseorang adalah kombinasi dari bagaimana kita menyerap dan kemudian mengatur serta mengolah informasi.
Jadi gaya belajar adalah kecenderungan kita menyerap informasi dengan paling efektif. Gaya belajar ada tiga yaitu Visual, Auditori, dan Kinestetik

KENAPA KITA PERLU TAHU GAYA BELAJAR KITA atau ORANG LAIN?
Jika kita mengetahui gaya belajar kita sendiri maka hal itu akan sangat baik bagi kita. Kita bisa menentukan strategi-strategi belajar yang memang paling efektif. Bayangkan kita sudah meluangkan banyak waktu untuk belajar tapi ternyata kita belajar dengan strategi yang salah, alhasil kita gak mudeng, gak paham, dan banyak informasi yang Cuma mampir saja dan gak tersimpan di otak. Coba kalau kita tahu gaya belajar kita, kita bisa belajar dengan metode metode yang tepat. Misalkan dengan melihat gambar dan tulisan, dengan mendengarkan ceramah, atau dengan mempraktikannya secara langsung.
Memahami gaya belajar orang lain akan membantu kita memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain. Dengan mengetahui kalau rekan kita adalah seorang auditori, maka kita tidak akan memaksa dia untuk tertarik dengan hobi kita membaca berpuluh-puluh buku. Dengan mengetahui kalau pasangan kita adalah seorang visual maka kita mengajaknya melihat berbagai pemandangan yang indah, membaca buku, dan mengirim kata kata romantis akan lebih berkesan daripada merayunya dengan kata-kata di telpon terus terusan. Hihi.. contoh aja.

Ciri ciri pembelajar dengan modalitas VISUAL
Berikut adalah point point tanda bahwa seseorang adalah pembelajar visual
1.       Orangnya biasanya rapi dan teratur
2.       Dia berbicara sangat cepat dibanding orang lain
3.       Dia adalah perencana dan pengatur jangka panjang yang baik
4.       Dia teliti terhadap detail
5.       Mementingkan penampilan baik dalam hal pakaian maupun presentasi
6.       Pengeja yang baik dan dapat melihat kata kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka
7.       Mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar
8.       Mengingat dengan asosiasi visual
9.       Biasanya tidak terganggu dengan keributan
10.   Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan sering meminta orang untuk mengulangi instruksi
11.   Pembaca cepat dan tekun
12.   Lebih suka membaca daripada dibacakan
13.   Membutuhkan padangan dan tujuan yang menyeluruh dan bersikap waspada sebelum secara mental merasa pasti tentang suatu masalah atau proyek
14.   Mencoret coret tanpa arti saat bicara di telpon atau di rapat
15.   Lupa menyampaikan pesan verbal pada orang lain
16.   Sering menjawab pertanyaan dengan singkat, ya atau tidak
17.   Lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato
18.   Lebih suka seni daripada musik
19.   Sering kali mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai memilih kata-kata

Ciri ciri pembelajar dengan modalitas AUDITORI
Berikut adalah point point tanda kalau kamu seorang auditori
1.       Berbicara kepada diri sendiri saat bekerja
2.       Mudah terganggu oleh keributan
3.       Menggerakan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
4.       Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
5.       Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama dan warna suara
6.       Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
7.       Berbicara dalam irama yang terpola
8.       Biasanya pembicara yang fasih
9.       Lebih suka musik daripada seni rupa
10.   Belajar dengan mendengarkan, lebih mengingat apa yang didiskusikan daripada apa yang dilihat
11.   Suka berbicara, suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar
12.   Mempunyai masalah dengan pekerjaan yang melibatkan visualisasi
13.   Lebih pandai mengeja keras daripada menuliskannya
14.   Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik

Ciri ciri pembelajar dengan modalitas KINESTETIK
1.       Berbicara dengan perlahan
2.       Menanggapi perhatian fisik
3.       Menyentuh orang untuk mendapat perhatian mereka
4.       Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang
5.       Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak
6.       Mempunyai perkembangan awal otot otot yang besar
7.       Belajar melalui manipulasi dan praktik
8.       Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
9.       Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
10.   Banyak menggunakan isyarat tubuh
11.   Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama
12.   Tidak dapat mengingat geografi kecuali jika mereka memang telah berada di tempat tersebut
13.   Menggunakan kata kata yang mengandung aksi
14.   Kemungkinan tulisannya jelek
15.   Ingin melakukan segala sesuatu
16.   Menyukai permainan yang menyibukkan
Nah sekian dulu untuk tulisan tentang Gaya Belajar part 1 ...
Di tulisan part 2 nanti akan kita lihat ya kira kira strategi belajar seperti apa yang cocok untuk masing masing modalitas. Walaupun sebenernya sudah bisa diketahui dengan melihat ciri ciri di atas yaay
Kalau aku sendiri merasa aku kok campuran semua gaya yaa.. Hehehe

Jumat, 22 Maret 2019

Tips: Musik dan Otak Kita



                                                  sumber: wallpapercave.com
Tips: Musik dan Otak Kita

Musik adalah hal yang sangat penting untuk lingkungan belajar yang maksimal. Sebab musik sangat berpengaruh terhadap keadaan fisiologis kita. Saat kita melakukan pekerjaan mental yang berat, tubuh kita akan merespon dengan cara meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung. Gelombang otak kita akan meningkat dan otot menjadi tegang pas kita mengerjakan sesuatu yang membutuhkan banyak berpikir.

Kebalikannya, selama tahap yang relaks atau meditasi maka denyut jantung dan tekanan darah kita menurun, serta otot-otot kita mengendur. Saat kita benar benar relaks akan sulit untuk berkonsentrasi dan saat kita konsentrasi kita akan sulit untuk relaks, sebab ya tadi kondisi tubuh kita sedang ada dalam fase yang berbeda. 

Nah peneliti Dr Georgi Lozanov melakukan berbagai eksperimen untuk mengkombinasikan antara, bisakah saat kita berkonsentrasi penuh untuk belajar tapi dalam keadaan fisik yang relaks? Beliau menemukan bahwa musik adalah kuncinya. Sebaliknya juga, relaksasi yang diiringi dengan musik membuat pikiran selalu siap dan berkonsentrasi.

Tapi bukan sembarang musik ya...

Musik yang paling membantu untuk menggabungkan pikiran yang tenang dan fisik yang siap atau pun sebaliknya adalah musik barok seperti Bach, Handel, Pachelbel dan Vivaldi (jadi musik klasik gitu ya guys). Musik-musik ini memiliki 60 ketukan per menit yang mirip dengan detak jantung kita saat keadaan normal. Keren yaa

Oya pengaruh musik itu nggak hanya buat manusia atau hewan aja lho. Tanaman juga bisa memberi respon terhadap musik. Dalam sebuah eksperimen tanaman akan tumbuh subur, memiliki daun daun yang lebar dan akar yang kuat jika musik barok ini dimainkan di dekat mereka. Bahkan arah tumbuhnya tanaman ini juga akan mengarah pada sumber suara sumber musik. Sebaliknya saat didengarkan musik Rock maka tanaman menjadi layu dan mati. 

Jika merunut pada teori otak ada juga penjelasan lain yang bisa diberikan. Saat otak kiri kita bekerja memahami suatu materi baru musik akan membangkitkan reaksi otak  kanan yang intuitif dan kreatif sehingga masukannya dapat dipadukan dengan keseluruhan proses. Adalah otak kanan kita cenderung terganggu selama rapat, kuliah dan semacamnya, sehingga kita akan melamun atau melihat sekeliling. Musik akan menyibukkan otak kanan kita selama otak kiri kita bekerja, Jadi kita bisa lebih mudah konsentrasi 

Yapp mari kita coba... See you next time Yap!

Selasa, 12 Maret 2019

Tips: Sampah dan Amnesia Terima Kasih



Sampah dan Amnesia Terima Kasih



Sampah adalah tema yang tak lekang oleh masa. Sejak era sampah dapur alias kjokenmodinger pada zaman pra sejarah hingga viralnya paus pemakan sampah yang meninggal dengan tragis. Meninggalnya paus itu, memicu berbagai gerakan untuk mengurangi sampah, yang seperti biasa, biasanya ya gerakan itu populer beberapa saat itu saja. Sesaat kemudian manusia akan kembali pada kebiasaan asyiknya, membuang sampah sembarangan, konsumtif, dan lain lain.

Sampah dalam Pikiran
Namun, masalah sampah apakah hanya masalah asyik masyuk buang sampah sembarangan? Tidak juga. Apakah cukup hanya dengan membuang sampah pada tempatnya saja kita layak menjadi ‘pahlawan lingkungan’? Apakah cukup hanya dengan memproduksi atau menggunakan tas belanja ramah lingkungan saja kita menjadi ‘sosialita go green’? Banyak sekali kan hal-hal yang sungguh remeh yang kita lakukan hanya sekali dua kali yang membuat kita sudah berbangga diri dan yakin kita telah menjadi salah satu penyelamat lingkungan dari sampah. Nah, tunggu sebentar, ‘penyelamat dari sampah’? Apakah sampah adalah penjahat?
Bisa saja kau buka berbagai situs untuk menemukan definisi sampah. Kebanyakan laman akan menjelaskan bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak terpakai, sesuatu yang dibuang, sesuatu yang habis nilai gunanya, dan lain lain. Memang lah sudah menjadi iman kita bahwa ‘sampah harus dibuang’ dan sudah menjadi taqwa kita untuk ‘membuang sampah pada tempatnya’. Sungguh mengenaskan menjadi sampah karena dia selalu dianggap pantas dibuang. Bahkan sampah diasosiasikan dengan segala sesuatu yang buruk, misal sampah masyarakat. Kita pun sering menggunakan kata ‘sampah’ untuk mengungkapkan amarah. 

Kisah dan Sampah
Hmm... mari kita ingat kronologi terjadinya sampah. Siang hari yang panas membuat kita haus luar biasa. Tangan kita merogoh saku dan menemukan beberapa lembar ribuan. Kita melangkah menuju warung dan membeli es teh dengan balok balok kecil es batu yang menyegarkan. Es teh pun disedot, belum sampai habis dahaga sudah hilang dan kita melempar sisa es teh dalam plastik ke tempatnya lalu kita berlari kembali ke aktivitas kita. Itu satu contoh, bagaimana dengan makanan yang tidak kita habiskan begitu saja karena kita gebetan kita buru-buru mengajak shoping?
Di sebuah acara yang sakral pun, seperti pernikahan, pengajian, kita akan menemukan makanan tercecer. Buah yang sudah tergigit dan menggelinding di bawah kursi. Intinya adalah kita ini begitu mudah membuang sesuatu. Seolah yang kita buang itu memang layak kita buang. Kita melupakan bahwa bisa saja yang kita buang itu sebelumnya adalah hal yang kita inginkan, hal yang kita minta dalam doa kita, hal yang butuh usaha dan rejeki untuk mendapatkannya. Kita lupa bahwa yang kita buang adalah bisa saja yang kita dapatkan dengan susah payah. Kita selalu hampir pasti lupa bahwa yang kita buang adalah pemberian Nya.
Menyebut hal hal baik, bermanfaat, yang kita ‘rasa’ sudah tidak berguna sebagai sampah adalah sebuah pencemaran nama baik. Membuat, hal hal yang tadinya memberi kita kepuasan fisik dan batin, seperti makanan, minuman, foto mantan dan lain lain yang pastinya bisa kalian pikir sendiri, sebagai sampah yang hina kotor dan bau adalah sebuah tindakan penghilangan barang bukti besarnya kasih sayang Tuhan. Bentuk kesengajaan untuk melupakan hal hal baik yang sudah menjadi budaya. Parahnya, sudah menjadi bagian dari alam bawah sadar kita.

Apresiasi kepada yang Kita Sebut Sampah
Saya punya cara sendiri untuk betul-betul memulai gerakan Indonesia Bebas Sampah yang terkenal itu. Cara pikir kita sendiri tentunya harus kita perbaiki dengan niat dan tindakan tindakan yang ikhlas, rutin, dan sadar sepenuhnya. Saya mengusulkan beberapa cara sederhana dan mudah untuk mengawali gerakan ini dari diri kita sendiri yang dilandasi konsep syukur.
Pertama, sebelum membeli sesuatu, bersyukurlah dahulu bahwa kita ternyata diberi cukup rejeki untuk itu. Hal itu otomatis akan membuat kita sadar bahwa di luar sana ada yang tidak seberuntung kita. Sehingga kita tidak patut bila berfoya-foya dengan banyak membeli makanan dan snack snack secara berlebihan. Semakin sedikit camilan camilan yang kita beri maka semakin sedikit kan sampah yang kita sumbangkan pada dunia. Juga sisihkan lah sedikit dari budget belanja kita untuk mengisi kotak amal yang biasanya selalu ada di dekat pintu keluar supermarket.
Kedua, saat kita mengkonsumsi sesuatu makanan atau minuman, habiskan lah sampai remah terakhir atau tetes terakhir. Bersyukur dan ingatlah di luar sana banyak yang kelaparan kan? Jika kita memang tidak habis, simpanlah dan makanlah lagi nanti sampai habis, baru dibuang. Dengan menghabiskan makanan dan minuman kita, maka kita akan mengurangi bau tidak sedap dan lendir lendir yang timbul dari sisa makanan atau minuman yang biasanya kita buang begitu saja. Dengan begitu kita otomatis tidak hanya menyumbang pada kebersihan tapi juga kesehatan lingkungan. Biarkan bungkus-bungkus makanan dan minuman istirahat dalam keadaan bersih. Mereka layak mendapatkannya setelah memberikan manfaat-manfaat baik pada kita.
Ketiga, setelah makanan, minuman, kosmetik, pakaian atau barang barang berguna lainnya sudah habis manfaatnya sehingga harus dibuang, maka tatalah dengan rapi sebelum dibuang. Lipat tipis-tipis dan rapi untuk menghemat ruang di tempat sampah. Sebelum meninggalkannya di tempat sampah tataplah barang-barang bekas itu dengan syukur dan taruhlah dengan baik, bukan dengan asal lempar. Benda-benda itu adalah simbol kasih sayang Tuhan pada kita.
Keempat, apresiasi lah sampah kita dengan tempat sampah yang layak. Buatlah tempat sampah yang indah, hiaslah sesukamu, dan tempatkan di tempat yang bersih pula. Hal itu akan membuat kita senang mengunjungi tempat sampah kita untuk membuang sampah. Paling penting, tulislah di kotak sampah Anda sebuah nama baru bukan lagi “tempat sampah” tetapi dengan kata yang indah. Misalnya Anda bisa tuliskan di atas kotak sampah Anda “Kotak Kenangan Indah”, atau “Terima Kasih Tuhan, atau, “My nice memory stay here”, atau kata kata syukur lainnya.
Mari lah kita menjadi manusia yang jujur akan nikmat Tuhan. Jangan pernah lupa pada hal-hal baik yang pernah Tuhan berikan pada kita. Jangan biarkan rejeki yang Dia berikan pada kita berubah menjadi sebuah hal buruk yang mendatangkan bencana.


Refleksi Pelatihan Guru Merdeka Belajar

Refleksi Pelatihan Guru Merdeka Belajar                                                                         picture: wmnf.org ...