Sabtu, 17 Agustus 2019

Family Corner: 3 KEMISKINAN Ini akan Membuat Tumbuh Kembang Anak Terganggu



Bayi dan anak yang diabaikan dan tidak cukup mendapatkan jamahan kemanusiaan serta pengakuan wajar, akan menderita secara mental dan mengalami kemunduran fisik, bahkan kemunduran itu bisa sampai titik akhir berupa kematian.
Dr. Limas Susanto, Psikiater


sumber gambar: oborberkat.com

Hello Good Morning semua parents dan semua penyayang anak yang telah tersasar ke blog ini. Setiap dari kita pasti ingin anak kita menjadi anak yang sehat dan cerdas. Namun, keinginan saja tidak cukup. Harus ada usaha-usaha yang ditempuh untuk memberikan lingkungan yang penuh “sumber untuk tumbuh kembang”. Usaha-usaha tersebut bisa saja mudah, sulit, dan sangat sulit sekali. Apalagi di zaman yang serba cepat dan penuh tuntutan ini, mungkin saja secara sadar atau tidak sadar kita bukannya memberikan lingkungan yang mendorong anak  ke arah tumbuh kembang yang baik. Namun, malah sebaliknya kita sibuk dengan tuntutan pekerjaan atau tuntutan lingkungan sosial sehingga kita lupa pada eksistensi anak kita.

            “Lupa” pada eksistensi anak akan menyebabkan “kemiskinan” pada anak. Menurut Psikiater dr Limas Susanto ada tiga kemiskinan yang akan mengganggu tumbuh kembang anak. “Kemiskinan” ini tidak hanya mengganggu saat anak-anak berada di usia bayi atau balita, tetapi juga akan terbawa hingga perkembangan tahap dewasa. Karena bagaimanapun pembentukan karakter pada anak dimulai sejak dini. Apa saja 3 kemiskinan tersebut mari kita cek:

       1.      Kemiskinan Jamahan Kemanusiaan


sumber gambar: libmagz.com

Bayi adalah makhluk yang membutuhkan sentuhan manusia (human touch). Saat bayi terlahir ke dunia dia merasa seorang diri. Sebab sebelumnya dia tinggal di dunia rahim dan dunia luar adalah dunia yang luar biasa baru baginya. Bayi akan menangis dan akan berangsur mereda tangisannya dengan pelukan, timangan, gendongan, nyanyian, dll yang bersumber dari orang terdekat yang biasanya adalah ibunya. Namun, pemberian human touch ini tentu tidak berhenti di sini saja saat anak bayi. Namun berlangsung terus seiring tambahnya usia anak tentunya dengan modifikasi perlakuan. Modifikasi perlakuan maksudnya saat anak bayi kita bisa menggendongnya, saat anak mulai masuk usia sekolah tentu kita tidak lagi menggendongnya namun berubah dengan pelukan untuk memberi ketenangan.
Agar lebih mudah dan aplikatif berikut telah coba saya tuliskan beberapa point yang menjadi pemicu terjadinya “kemiskinan jamahan kemanusiaan” pada anak:

a.       Baby Blues yang tidak dikelola dengan baik

sumber gambar: thestar.com

Baby Blues adalah sebuah kondisi di mana ibu yang baru melahirkan merasa sedih, bingung, khawatir dengan kondisi barunya. Ibu merasa takut tidak bisa mengasuh anak dengan baik, merasa sendirian dalam mengasuh anak, dan secara tidak sadar saat anak rewel atau muntah akan membentak anak. Baby blues bisa ditangani dengan baik asal ada dukungan yang tulus dari keluarga terdekat. Baby blues yang tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan ibu mengalami depresi pasca melahirkan. Depresi pasca melahirkan akan membuat ibu dan bayi memiliki ikatan yang buruk dan akan membuat anak merasa tidak nyaman dan tidak aman.
Nah untuk mencegah depresi ini hendaknya kita sebagai ibu selalu tenang, percaya diri, menyempatkan diri untuk rileks dan mengapresiasi diri serta tidak perlu malu untuk minta bantuan pada orang terdekat dalam pengasuhan anak kita jika memang diperlukan.

b.      Penggunaan gadget yang berlebihan


sumber gambar: haibunda.com

Gadget yaitu handphone atau tablet sangat massif penggunaannya saat ini. Anak cenderung tenang saat diberi gadget. Namun juga sebaliknya saat anak jauh dari gadget anak akan menjadi gampang rewel, bad mood bahkan bisa jadi tantrum. Gadget saat ini memang tak bisa lepas dari kehidupan kita. Banyak fitur yang ditujukan untuk anak sehingga anak tidak kunjung merasa bosan karena teramat banyak hal yang bisa dicoba dan dicoba. Padahal gadget ini memiliki hal buruk juga yang bisa merugikan anak, seperti sinar yang bisa merusak mata, radiasi sinyal yang tidak baik bagi tubuh bahkan menurut penelitian terakhir anak bisa mengalami terlambat bicara atau speech delay jika terlalu sering menggunakan hp. Dan yang paling penting adalah kita sebagai orang tua jadi kebablasan. Melihat anak yang anteng dengan gadget kita jadi asyik dengan dunia kita sendiri dan menganggap anak tidak perlu diperhatikan atau diberi sentuhan kemanusiaan tadi.

      2.      Kemiskinan Pengakuan Wajar

sumber gambar: nakita.grid.id

Pengakuan wajar adalah hal yang mendasar juga bagi anak. Pengakuan wajar ini bisa diberikan dalam bentuk ucapan yang mengkonfirmasi bahwa dia anak kita, kita orang tuanya. Bisa dalam bentuk diajak dalam aktivitas yang melibatkan interaksi kesalingan seperti bermain bersama, bercanda, berfoto, telfon saat ada dalam kondiri jarak jauh, dan memberi hadiah. Pengakuan wajar juga bisa berbentuk apresiasi berupa tepuk tangan, ucapan selamat hingga memberi hadiah spesial saat anak melakukan keberhasilan-keberhasilan tertentu. Tentunya pemberian apresiasi ini tidak perlu berlebihan karena jika terlalu berlebihan akan membuat anak bergantung pada pemberian hadiah dalam melakukan sesuatu.
Anak-anak yang tidak mendapat pengakuan wajar kemugkinan akan memiliki rasa percaya diri yang rendah, harga diri yang rendah, dan sulit untuk mencintai atau menerima diri sendiri. Bagaimana dia bisa menerima dirinya sendiri saat orang terdekatnya tidak bisa menerimanya?

    3.      Kemiskinan Nutrisi

sumber gambar: nomnom.co.id

Nutrisi adalah hal yang mendasar bagi pertumbuhan fisik anak. Hal itu sangat jelas karena bayi akan mengalami berbagai pertumbuhan yang pesat di seluruh bagian tubuhnya terutama otak yang menjadi pusat koordinasi tubuh. Pemenuhan nutrisi ini juga mutlak diberikan bahkan sejak anak dalam kandungan. Pemberian nutrisi ini juga perlu untuk mencegah stunting (klik untuk baca tentang stunting) yang saat ini tengah menjadi isu penting juga di Indonesia. Stunting akan menyebabkan banyak kerugian pada anak hingga di masa dewasa. Nutrisi yang paling penting bagi anak terutama adalah ASI. Pemberian ASI tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi pada bayi tetapi juga memenuhi kebutuhan akan sentuhan kemanusiaan dan pengakuan wajar. Pengurangan junkfood dan peningkatan konsumsi buah, sayur, dan daging adalah hal yang patut dibiasakan untuk mencapai tumbuh kembang yang baik.

Terinspirasi dari buku Menepis Hambatan Tumbuh Kembang Anak, terbitan Pustaka Familia.

Senin, 05 Agustus 2019

Menanam Harapan pada Sekolah Inklusi




Hay! Apakah yang terlintas di pikiranmu saat mendengar kata inklusi? Tentang sekolah? SLB? Anak dengan disabilitas? Sekolah yang mahal? Untuk menambah wawasan teman-teman tentang inklusi berikut akan aku share pengalamanku selama terlibat dalam berbagai kegiatan inklusi kurang lebih selama 8 bulan terakhir ini. Pengalamanku akan aku jabarkan dalam beberapa point-point berikut agar gambaran yang didapatkan lebih jelas. Point-point ini menjelaskan tentang apa saja inspirasi, harapan, pengalaman, dan keunikan-keunikan yang aku temui selama ini. Ok Check this out!


sumber gambar : utakatikotak.com


1.      Kelas-kelas yang HIDUP dan BAHAGIA
Di sekolah inklusi yang aku temui kelas-kelas bukan hanya tempat untuk menerima dan menampung ilmu pengetahuan yang diberikan guru. Kelas-kelas di sana adalah sebuah media untuk menampilkan berbagai ekspresi anak-anak. Berbagai karya anak-anak dipajang di tembok-tembok dan disusun sedemikian rupa sehingga ruangan terasa nyaman dan membangkitkan semangat akan kesenangan belajar. Penuh warna, gambar-gambar anak-anak yang sangat natural. Kelas-kelas tersebut harapannya mampu menjadi salah satu cara bagaimana pendidikan bisa membimbing anak dengan kebahagiaan menuju karakter dan potensinya sendiri-sendiri. Bukan kelas yang terkesan formal, kaku, disiplin yang dipaksakan, penuh hukuman, dan persaingan siswa satu sama lain. Kelas di sana adalah kelas yang menjadi ruang ekspresi, menyenangkan, saling menghargai kemampuan satu sama lain, demokratis, menumbuhkan kebahagiaan dan semangat untuk hidup yang lebih cerah.

sumber gambar: 123rf.com

2.      Anak-anak adalah SESEORANG bukan SEKELOMPOK
Saat aku pertama kali masuk ke kelas di sekolah inklusi ini, pikiranku terseret dalam pengalaman masa laluku. Saat aku sd sekelasku ada 40an anak dengan satu guru saja. Luar biasa banget donk. Untungnya aku anak yang saat itu cukup encer otaknya jadi gak diperhatikan guru pun gak masalah. Sementara teman-temanku yang kesulitan dalam memahami pelajaran semakin ketinggalan pelajaran karena ya gimana yaa.. sangat sulit sekali membagi perhatian 1 orang untuk 40 anak-anak yang super unik. Di kelas-kelas sekolah inklusi yang aku temui, setiap kelas selalu memiliki minimal 2 orang guru dengan jumlah murid maksimal 20 atau 22 anak. Ya beda banget kan? Jadi di sekolah inklusi ini para guru bisa memiliki waktu, perhatian dan tenaga yang lebih untuk memperhatikan perkembangan tiap-tiap anak dan membantu anak-anak berkembang sesuai tahap kemampuannya. Harapannya, jika anak-anak terperhatikan secara individu, tidak ada lagi pola pikir yang menyeragamkan kemampuan semua anak. Pada kenyataannya memang kemampuan anak-anak berbeda satu sama lain dan membutuhkan metode pengajaran yang berbeda pula. Atau paling tidak perhatian yang cukup untuk tiap-tiap anak.

sumber gambar: advancementcourses.com

3.      Pengajar yang KREATIF dan MENGHARGAI ANAK
Bagaimana agar anak tertarik dengan kegiatan belajar dan juga memahami materi yang disampaikan? Memang semua membutuhkan effort, usaha yang disertai ketulusan. Di kelas-kelas inklusi yang aku temui guru bukan hanya seseorang yang membacakan materi atau menilai kebenaran dan kesalahan anak-anak. Guru di sini juga bertindak sebagai seorang entertainer. Kenapa entertainer? Ya karena guru berusaha dengan berbagai cara agar mereka menjadi pusat perhatian dan mampu membuat anak senang akan belajar. Guru memberikan pengalaman yang menyenangkan bahkan menghibur. Sehingga sekolah bisa menjadi sebuah desain pusat kegembiraan, bukan menjadi tempat munculnya kenangan-kenangan buruk karena gagal atau malu. Agar suasana seperti itu bisa terwujud membutuhkan tidak hanya KeKREATIFan, tapi juga bagaimana guru menghargai anak. Di kelas-kelas inklusi ini lah aku menemukan guru-guru yang menghargai anak. Contohnya saat anak lelah bisa diberikan kesempatan untuk break minum atau ke toilet. Guru juga memberi kesempatan anak untuk selalu menyampaikan pendapatnya (menghargai kemampuan berpikir anak). Peraturan-peraturan yang ada di kelas pun semua berdasar kesepakatan dengan anak. Mengajar tidak hanya tentang membacakan atau membicarakan materi tetapi tentang bagaimana membuat anak-anak memahaminya. Hal itu bisa tercapai jika guru dan murid membentuk komunikasi dua arah.


sumber gambar: thinkinclusive.us

4.      Tidak hanya MENGUMPULKAN anak dengan disabilitas dengan yang lain, tapi juga MENERIMA dan MEMBANTUNYA
Sekolah inklusi identik dengan dijadikan satunya antara anak dengan disabilitas dengan anak lain “tanpa disabilitas” untuk tidak menyebutnya dengan kata normal. Di sekolah-sekolah inklusi sebenarnya bukan hanya perkara menyatukan yang disabilitas dan non disabilitas (abk dan non abk). Namun, berbagai suku, agama, ras, kepercayaan, gaya hidup, ekonomi, daerah semuanya dibaurkan. Saat kita mengumpulkan banyak perbedaan tentunya tidak hanya semata mengumpulkan dan membiarkan semua terjadi secara “terserah”. Namun, saat kita berani mengumpulkan banyak perbedaan kita juga harus mampu dan mau MENERIMA nya. Dengan menerima maka baru lah kita bisa MEMBANTU. Berkumpulnya banyak individu dengan beragam perbedaan, saya kira bukanlah semata definisi atau pun goal dari inklusi. Namun, bagaimana kemudian sekolah ini mampu mengakomodir berbagai kebutuhan individu yang berbeda-beda. Ada yang kurang percaya diri butuh ditingkatkan kepercayaan dirinya, ada yang pendiam, ada yang terlalu aktif, ada yang “terlalu pintar”, ada yang kurang pintar, ada yang satu dan ada banyak yang lainnya. Nah, harapannya guru-guru dan tentu sistem di sekolah inklusi mampu menyediakan beragam cara, metode, dan model untuk memenuhi kebutuhan yang sangat luar biasa beragam ini. Sehingga satu sama lain akan saling menghargai dan terpenuhi betul haknya akan pendidikan.

sumber: naukrinama.com

5.      Menerima, menghargai, dan MERAYAKAN PERBEDAAN
Indonesia ini, sudah pasti, semuanya tahu kan? Sangat beragam masyarakatnya. Jadi kalau ada orang yang sangat anti terhadap perbedaan, aku jadi berpikir “sudah berapa lama sih dia hidup di negara ini?” Saat ini banyak sekali orang yang sangat reaktif alias nyinyir terhadap pihak yang berbeda dengannya. Satu agama, beda cara beribadah dan berpakaian, ribut! Satu suku, beda pilihan politik, ribut! Satu daerah, beda agama, ribut! Satu partai, beda tokoh panutan, ribut! Aih lucu deh pokoknya. Nah harapannya, dengan sekolah inklusi yang membiasakan anak-anak nyaris setiap hari hidup dengan beragam perbedaan, maka anak-anak ini akan tumbuh menjadi generasi yang Indonesia banget alias generasi yang nggak kagok menghadapi perbedaan, nggak alergi dengan orang yang beda pendapat, gaya, pemikiran dengannya. Agar lebih melihat apa yang SAMA daripada apa yang BEDA. Agar melihat apa yang bisa sama-sama kita KUMPULKAN daripada apa yang kita REBUTKAN. Agar melihat apa yang bisa sama-sama kita BANTU daripada apa yang bisa kita HAKIMI. Agar melihat apa yang bisa kita SYUKURI daripada apa yang kita KELUHKAN.

Menyenangkan sekali menulis tentang inklusi. Semoga nanti saya masih bisa share berbagai pengalaman lain tentang serba-serbi inklusi ini yaa..
Semangat bersatu padu untuk Indonesia Maju Indonesia Satu!




Sabtu, 20 Juli 2019

Dag dig dug derr: Menjadi Single Mom



Bekerja, mengurus anak, beres-beres rumah, menjalani hobby dan melakukan berbagai aktivitas lainnya seorang diri tanpa suami adalah tantangan yang aku jalani selama 5 hari ini.


Rasanya luar biasa sekali! Antara senang, sedih, bangga, terharu, dan ada sedikit kecewa juga.
Awal mula cerita ini adalah ketika suamiku lolos seleksi sebagai salah satu penerima beasiswa yang kondang sekali di pelosok negeri yaitu LPDP Yeaay slamat yaaa... Berhubung suamiku masuk jalur beasiswa affirmasi santri dengan TOEFL yang nyaris 500 (belum sampai 500 padahal standarnya LPDP 500) jadi kakanda tercinta harus terbang ke UI untuk ikut yang namanya pelatihan bahasa alias nama kerennya PB. Dalam hati dan ucapan dan tindakan dari awal, aku berharap bisa pelatihan di UNY atau UGM saja,, atau mana saja lah yang di Jogja. Begitu keluar undangan untuk pelatihan di Jakarta, terpaksalah aku ikhlas ikhlaskan senyumku ini untuk menyongsong kakanda terbang ke sana demi cita-cita.

Gimana lagi ya, secara aku dan suami memang bukan asli Jogja sehingga tidak ada saudara di sini. Sehingga boleh donk aku khawatir gimana nanti aku mengasuh ubay padahal aku juga kerja dari jam 7.30 sd 15.00 sementara day care ubay masih libur. Bahkan kalau gak libur pun sebenarnya cukup ribet juga karena aku baru bisa keluar kantor pukul 15.00 dan day care ubay kelar jam 15.00 juga. Artinya aku harus bayar overtime yang cukup mahal dan kebut-kebutan biar gak telat jemput (kan kasihan Ubay jadi yang terakhir dijemput) Namun, keterpaksaan dan kekhawatiran itu hanya sementara. Sejenak kemudian terbitlah sebuah spirit semangat baru dan tantangan baru yang berlandaskan aku bisa dan aku nekat! Apa saja tantangannya?

foto pribadi

  1. .        Decision Making: Mengasuh sendiri atau titip orang tua?

Dengar Mom! Saat kita telah menjadi ibu memang kita ini harus berani dan nekat. Kita haru menerima dan melaksanakan tanggung jawab mengasuh anak. Kita harus mulai mengurangi ketergantungan kita akan bantuan orang tua yang sudah berpuluh-puluh tahun ngerawat kita, masa iya masih ngurusin anak kita juga kan? Walau itu butuh proses, keyakinan, dan strategi yang tepat.
Jika dipresentasekan, hatiku 90% ingin mengasuh Ubay (oiya ini nama anakku usianya 4 tahun) sendiri. 10% adalah bisikan jiwa pengecutku yang berharap ortu akan mengasihani dan memaksa untuk Ubay dititipkan aja di Magelang yang akan membuat LDR ama ubay donk! Sedih banget! Masa iya udah LDR ama suami LDR sama anak juga. Kalau dilihat sekilas enak sih di Jogja sendiri, pulang kerja bebas mau ke mana, bangun pagi juga lega gak harus buru-buru mandiin, nyuapin, dan ngantar anak ke Day Care. Tapi Moms! Percayalah padaku, kesepian itu lebih melelahkan daripada kerepotan mengurus keluarga tersayang. Nah berbekal niat dan tekadku untuk menjadi ortu yang tanggung jawab aku putuskan untuk bilang ke ibuku “Udah bu, ngga apa apa Ubay biar ikut ke Jogja, gampang nanti bisa di day care sampai sore.” Dan yap akhirnya dimulailah petualangan duet mawut bersama Ubay. Tantangan pertama mission complete: Mengasuh sendiri!

 
foto pribadi

    2. Negosiasi: Komunikasi dan Diskusi yang baik dengan Pengelola Day Care

Saat akhirnya aku dan Ubay tinggal berdua saja di rumah, rasanya agak kosong kosong bagaimana begitu (karena rumah ini terlalu besar untuk ditinggali berdua saja heuu). Nah seperti yang sudah dipesankan oleh kakanda sebelumnya, “Jangan lupa bilang ke bu guru nya Ubay, minta bantuan kalau bisa biaya overtimenya dinego biar gak terlalu mahal karena maksimal bisa tiga bulan lho aku di Jakarta nya.”
Aku pun segera berkomunikasi dengan Bu guru bu guru yang baik di KB Permata Hati Mlangi. Sebetulnya selama Juli ini program full daynya belum mulai jadi Ubay seharusnya dijemput maksimal jam 11. Awalnya terkaget-kaget aku, karena aku pikir aku cuma akan telat jemput Ubay dari jam 15.00 hingga aku sampai KB sekitar 15.20 an. Ternyata malah ini dari jam 11 Ubay harus sudah dijemput.
Namun, berkat kebaikan hati para bu Guru juga akhirnya Alhamdulillah pihak KB memberi solusi profesional. Selepas jam 11 Ubay bisa dititipkan ke rumah salah satu guru di KB sampai aku menjemputnya dari pulang kerja dengan perhitungan biaya yang telah disepakati dan tidak memberatkan kedua belah pihak Yeay terima kasih guru guru cantik KB Permata Hati Mlangi. Mission complete: Ubay ada yang menjaga sampai aku pulang kerja!

foto pribadi

3.  Preparation: Lakukan semua yang bisa dilakukan sebelum tidur

Mom mari kita pakai pepatah populer Jangan tunda sampai besok apa yang bisa kamu lakukan hari ini! Nah itu juga menjadi slogan yang aku gaungkan selama petualang duet mawut bersama Ubay ini. Malam sebelum tidur aku usahakan banget untuk sudah menyiapkan tas Ubay yang isinya: baju ganti, botol minum, dan satu snack. Lalu satu tas lagi isinya susu bubuk dan tupperware isinya biskuit. Memang aku bawakan Ubay macam-macam cemilan karena dia lebih senang ngemil daripada makan nasi dalam porsi banyak. Setrika baju juga sebisa mungkin sebelum tidur. Tas kerjaku juga aku siapkan sebelum tidur (sebisa mungkin ehehehe). Terus masak nasi di magic com sebelum tidur. Jadi sebisa mungkin pagi tinggal mandikan Ubay, nyiapin sarapan dan bekal makan siang saja. Memang harus well prepared sih Mom kalau single fighter. Kita harus antisipasi kalau paginya kita bangun kesiangan, anak susah bangun, anak rewel dll.
Pada faktanya memang tips ini aku gak lakukan setiap hari (heee) karena biasanya aku nemenin Ubay tidur dan malah ikutan tidur. Alternatifnya kalau kita malam belum siap siap ya maksimal banget jam 05.00 harus sudah bangun. Kalau ngga gitu pasti aku telat atau ngebut kesetanan berangkat ke kantornya! Oke Mission not complete: Lakukan semua sebelum tidur (kita coba praktekan lagi minggu depan yay)

foto: parentingclub.co.id

4.   Nutrisi: Sebuah Keharusan

Dalam menjalani aktivitas kehidupan berdua seorang single mom dan anak balita tentunya cukup menguras tenaga. Eits tidak hanya tenaga kita lho! Tapi tenaga anak juga. Perlu dicermati juga, bahwa saat kita lelah kita bisa menyampaikannya pada orang lain atau langsung beristirahat atau juga langsung tahu makanan yang kita butuhkan. Namun, tidak dengan anak-anak. Apalagi di usia Ubay yang memang sedang usia super bermain. Dia bisa bermain seharian tanpa tidur siang. Mainnya pun bisa main air, tanah, pasir atau pun mainan lainnya. Selain melelahkan juga mainannya bisa mendatangkan kuman penyebab penyakit. Oleh karena itu Mom kita harus perhatikan betul asupan nutrisi si kecil ya.
Untuk Ubay ini karena memang aku belum berhasil membuatnya menyukai sayuran aku akalin nih. Pagi hari sarapannya biasanya nasi, telur, dan abon. Tambah minum susu. Kalau pas lagi rewel gak mau maem biasanya aku beri Ubay Sari Roti sandwich cokelat dan dia suka banget. Biasanya Ubay suka sate, bubur, atau nasi uduk. Tapi itu belinya di pasar dan agak jauh. Kalau ayahnya Ubay di rumah sih bisa aku beli ke pasar pas Ubay tidur. Tapi berhubung sekarang berdua saja, jadi untuk sarapan yang minimalis begitu. Untuk makan siang Alhamdulillah ubay dah mau makan sayur di rumah bu guru nya. Namun, selepas pulang kerja sorean gitu biasanya Ubay aku ajak ke kedai jus atau makan buah kesukaan dia Apel atau Pisang. Oya ubay juga mengkosumsi minyak ikan kod merk Nutrimax for Kids untuk menjaga daya tahan tubuh. Memang sih Ubay sebelumnya gampang sakit. Alhamdulillah setelah rutin minum Nutrimax ini Ubay lebih doyan makan dan jarang sakit. Mission 4 complete: Tingkatkan terus asupan nutrisi anak anak kita ya Mom!


foto pribadi

5. Key of all: Rilex and Positif thinking!

Menjalani hidup berdua dengan si kecil memang bukan hal yang mudah. Namun, itu sangat bisa dilakukan dan bisa menjadi pengalaman yang mengharukan dan sangat berarti untuk perkembangan anak dan juga perkembangan kita sebagai orang dewasa. Syarat untuk bisa mendapat makna dan hikmah dari semua kerempongan hidup berdua saja dengan si kecil adalah rilex dan positif thinking. Aku buat point-point ya biar lebih jelas Mom!
a.       Lebih baik anak tidak menuruti perintah kita selama itu tidak berbahaya daripada memaksa anak kita dengan meluapkan emosi amarah. Stop give our child traumatic moments! Kemarahan kita akan dia ingat. Lebih baik anak tidak menuruti perintah kita daripada kita melakukan kekerasan fisik atau verbal.
b.      Saat anak bilang “Aku gak mau sekolah, Ma!” Iyakan saja. Tidak ada gunanya adu mulut atau adu emosi dengan si kecil. Itu hanya menguras tenaga dan waktumu habis di pagi hari. Tenang saja. Anak-anak itu masih mudah berubah mood nya. Yang penting rayu dia biar dia mau mandi dan sarapan dengan penuh ikhlas, tenang dan kasih sayang. Sambil anak kita sarapan atau nonton tv kita siap siap dan dandan rapi outfit ke kantor insyallah si kecil dengan sendirinya mengerti bahwa dia harus mau ke sekolah alias day care. Rilex Mom! Believe me it works!
c.       Kurangi aktivitas anak yang bisa dikurangi. Berada di day care dari pagi sampai sore tentunya melelahkan bagi si kecil apalagi dia sudah bangun pagi dari biasanya. Jadi untuk Ubay ini contohnya aku agak longgar untuk sekolah petang nya (alias ngaji Iqro di Ustad sebelah rumah). Kalau Ubay lagi kelihatan capek gitu aku tidak akan memaksa dia untuk ngaji. Biasanya Ubay mau menggantinya dengan ngaji di rumah walau sambil cengengesan. Kalau lagi gak mau ya gak papa. Nanti di hari Sabtu dan Minggu pas Ubay libur day care nya biasanya yang agak aku paksa harus ngaji di Ustad sebelah rumah. Kita harus aware dengan kebutuhan fisik dan emosi anak untuk beristirahat.

Nah begitulah cerita duet mawutku bersama Ubay selama seminggu ini. Untuk para Mommy yang sedang menjalani Singlo Mom Single Fighter tetap semangat dan tetap rilex. Nikmati hari-harimu bersama si kecil karena moment moment emas bersama si kecil tak akan bisa terulang! 


foto pribadi


Oya bagi Moms yang mau baca tentang psikologi perkembangan anak bisa baca link berikut ya!

Psychology Corner: Tahap Perkembangan Manusia Ala Rosseau


Psychology Corner: Tahap Perkembangan Manusia Ala Rosseau


gambar:wikipedia.co

            Masa kanak kanak adalah masa yang istimewa dari keseluruhan tahapan perkembangan manusia. Pada masa kanak-kanak lah terjadi banyak pertumbuhan dan perkembangan fantastis yang tidak terjadi di masa dewasa. Rousseau terlebih lagi menyebutkan bahwa kebanyakan orang dewasa tidak tahu atau tidak mementingkan hal itu. Orang dewasa hanya peduli pada masa depan anak-anak, melupakan bahwa anak-anak mempunyai masanya sendiri yang perlu dia jalani secara natural. Orang dewasa selalu sibuk untuk menyusun dan menyiapkan berbagai rancangan tentang apa yang harus dan tidak harus diketahui atau dikuasai anak-anak untuk hidupnya agar sesuai dengan harapan masyarakat.
            Rousseau jelas menentang bahwa anak-anak adalah produk bentukan masyarakat. Bagi Rousseau, produk dari perkembangan yang benar bisa saja bukan individu yang terlatih unuk bisa selalu menyesuaiakn dengan suatu lingkungan sosial, namun tetap saja dia adalah pribadi yang kuat dan utuh. Menurut Rousseau manusia bertumbuh kembang sesuai kehendak alam. Agar kita bisa membantu alam untuk menuntun perkembangan manusia kita harus memahami tahap-tahap perkembangan manusia. Berikut adalah tahap perkembangan menurut Rousseau:

foto:tempo.co

a.       Tahap 1 : Masa Bayi (usia 0-2 tahun)
Pada tahap ini bayi mengenal dunia lewat indera nya. Dia mengetahui sesuatu yang enak dan tidak enak. Sakit dan tidak sakit. Gelap dan terang. Apapun yang bisa . tertangkap oleh panca indera secara jelas. Namun, bayi sangat aktif dan penuh rasa ingin tahu. Mereka memuaskan rasa ingin tahu dengan menyentuh, memegang dan meraih segala hal di sekitarnya dan mengetahui sifat-sifat benda. Bayi punya cara sendiri bahkan tentu saja dalam berbicara mereka menggunakan bahasa mereka sendiri.

foto:shutterstock

b.      Tahap 2: Masa Kanak-kanak (usia 2-12 tahun)
Independensi adalah awal dari masa kanak-kanak ini. Independensi didapatkan ketika mereka mulai bisa berjalan, berlari ke sana kemari dan makan sendiri. Selama tahapan ini anak masih mengembangkan rasa ingin tahu dengan bertanya apapaun dan berjalan kemanapun yang dia sukai. Anak juga mulai mengembangakan rasio intuitif seperti melempar bola tepat sasaran, menggali tanah, dan melompat dari suatu ketinggian yang dia perkirakan dia akan mampu mencapainya. Namun pada tahap ini pemahaman anak sifatnya masih konkret. Misal anak yang diminta membuat globe dari kertas, maka yang dia pahami bumi adalah kertas tersebut.


foto: ibudanmama.com

c.       Tahap 3: Masa Kanak-kanak Akhir (usia 12-15 tahun)
Transisi adalah kata kunci dari tahap ini. Anak –anak bergerak menuju orang dewasa. Anak-anak mengalami berbagai perubahan fisik yang menandai mereka masuk pada fase remaja. Anak-anak mulai memperoleh sejumlah besar kekuatan fisik dan mulai bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan orang dewasa. Secara kognitif mereka mulai bisa menyelesaikan persoalan rumit seperti matematika dan ilmu pengetahuan alam. Meskipun begitu mereka belum bisa memikirkan persoalan yang murni teoretis dan verbal. Menurut Rousseau latihan kognitif terbaik bagi mereka adalah berkebun dan membuat peta (sesuatu yang konkret).
Di awal tahap ketiga ini anak-anak masih berwatak prasosial. Artinya, kepedulian utama mereka adalah apa saja yang diperlukan dan berguna bagi diri sendiri, dan sedikit saja mereka memiliki minat terhadap hubungan-hubungan sosial. Anak-anak pada usia tersebut masih seorang yang self sufficient (cukup dengan dirinya sendiri)

foto:hellosehat.com

d.      Tahap 4: Masa Dewasa (usia mulai 15 tahun)
Pada tahap keempat ini anak-anak bisa disebut sepenuhnya menjadi makhluk sosial. Perubahan tempramen yang sering kali mengkristal dalam kemarahan dan sebuah pengendalian terus menerus terhadap pikiran membuat seorang anak hampir tidak bisa dikendalikan lagi. Anak-anak muda mulai memiliki perasaan terhadap lawan jenis dan dia mulai merasa tidak cukup dengan dirinya sendiri. Mereka mulai membutuhkan orang lain.

Keempat tahapan itu menurut Rousseau berkembang berurutan menurut rencana alam. Rousseau percaya bahwa arah yang benar dari perkembangan manusia lebih lambat dari yang umumnya kita perkirakan. Kita selalu memandang anak-anak seolah mereka sudah dewasa, padahal Alam selalu memberi mereka waktu untuk mengembangakan kapasitas dan ketertarikan masa kanak-kanak mereka.

Sabtu, 22 Juni 2019

Menikah Menurutmu? #1


  Menikah Menurutmu?

sumber: www.shutterstock.com

Menikah adalah sebuah kata yang terdengar sakral? Hmm rumit? Euh ngeri? Indah? Bergairah? Hangat? Stop! Kata ini memang memiliki banyak kesan yang berbeda di setiap orang. Hal itu disebabkan oleh keadaan orang yang berbeda-beda.

sumber: www.shutterstock.com

·         Kesan indah 
a   dirasakan oleh seseorang yang sedang “membayangkan” suatu saat “akan” menikah dengan seseorang yang dia cinta dan mencintai dia. Dia berimajinasi bahwa saat menikah beban beban hidupnya akan meringan. Dia membayangkan pagi-pagi yang romantis dan malam-malam yang hangat tanpa kesepian dan galau sendirian meluk bantal guling. Kesan seperti ini juga bisa dirasakan oleh mereka-mereka yang belum punya pasangan guys alias jomblo single.
Memang kok guys menikah itu indah. Nah, teman-temanku sekalian yang belum menikah atau bahkan belum punya bertemu pasangan tak perlu khawatir. Hal penting bagi kalian... yang paling paling penting adalah terus menambah kebaikan pada diri (bukan perbaikan ya, kalau perbaikan kesannya kok kita ini barang rusak) dan mengelola kekurangan diri agar menjadi pribadi yang memberi manfaat dan menarik bagi orang lain. Semangat!

sumber: www.plaminan.com


·         Kesan terror
    huftt... aku rasa kalian tahu siapa sih yang akan terterror dengan kata “menikah”. “Kapan nikah?” sedikit cerita, itu adalah pertanyaan yang hampir tak pernah punya efek psikologis bagi saya karena saya termasuk pelaku nikah dini muda. Saya menikah di usia 23 tahun. Itu adalah 6 bulan setelah saya resmi jadi sarjana. Fiuuu... “Kapan nikah?” biasanya adalah teror yang memunculkan ledakan emosi bad mood, cemas, malu, minder, sedih, sepi, khawatir, muak dll bagi teman-teman yang : sudah berumur tetapi belum terlihat hilal ada tamu melamar (bagi perempuan) atau belum tercium aroma semangat menceritakan gadis yang akan dilamar (bagi laki-laki).
Kesan terror biasanya dirasakan oleh orang yang :
a.       memang sudah berumur dan ingin menikah tapi belum ada bertemu pasangan.
b.      sudah berumur, belum punya pasangan dan belum mapan merasa sukses atau meraih sesuatu yang membanggakan dalam hidupnya.
c.       Sudah berumur, sudah ada pasangan, tapi tidak yakin dengan pasangan atau pasangan tidak yakin dengannya.. nah??
Well intinya memang kalau “terror” “kapan nikah” ini muncul dengan faktor utama umur. Biasanya umur2 antara 25 hingga 30 tahun. Atau lebih?
Untuk teman-teman yang mengalami married terror ini tetap lah tenang dan jangan terlalu dipikir. Umur muda bukan jaminan seseorang belum menikah, umur matang bukan berarti wajib sudah menikah. Semua punya time line sendiri-sendiri yang niscaya ketentuan Tuhan. Ya kan? J. Stop mikirin dan musingin omongan orang. Orang aja gak mikir apa yang dia omongin ke kita. Sometimes ndablek is the best weapon! Jiahahah
           

sumber: www.slism.com

·         Kesan rumit
    rumit adalah sebuah keadaan yang susah mendapat solusi. Hati serba tidak yakin akan mengambil keputusan yang mana. Saat keadaan menjadi rumit terkadang kita jadi ingin berhenti memikirkannya dan mengabaikannya. Wal hasil masalah semakin menumpuk di pikiran kita dan membuat kita semakin stress. Damn! Seperti apa sih contoh-contoh keadaan rumit itu?
a.      Saat kamu adalah seorang cewek. Kamu sudah pacaran dengan si doi bertahun-tahun  tapi dia tak kunjung melamar dengan alasan- alasan yang tidak jelas. Hari ini bilang alasan nunggu sampai jadi karyawan tetap, besok bilang nunggu sampai jadi pns, lusa bilang nunggu sampai bisa dp kpr rumah, minggu depan dia bilang ortunya masih mempertimbangkan, what the?!! Padahal di sisi lain mantan kamu mulai pdkt sama kamu. Di mana mantan kamu jauh lebih mapan dan siap melamar. Tapinya hati kamu masih sama si dia walaupun dia belum mapan bahkan dia kelihatan gak yakin sama kamu. Sedihnyaaa..
b.      Saat kamu adalah seorang cowok. Kamu sudah melamar seorang cewek yang dia adalah pacar kamu selama bertahun-tahun. Namun, tiba-tiba menjelang menikah kamu merasa kamu gak cinta sama dia. Kamu merasa selama ini hubungan kalian hanyalah persahabatan saja. Kamu malah kepikiran ingin berpetualang keliling dunia. Ingin bebas. Bahkan kamu tiba-tiba berpikir selama ini terlalu lugu dengan berpacaran bertahun-tahun. Kamu ingin sesuatu yang menantang. Tapi ya gimana lagi kamu sudah ngelamar bro! Kamu dihadapkan dengan tanggung jawab untuk menikahi seseorang yang kamu lamar tetapi sebenarnya kamu tidak yakin dengan nya. Well mana yang akan kamu pilih.
c.       Dan banyak hal rumit lainnya.. yang kalau aku tulis semua akan menjadi stock ide cerpen wkwkw
Yah begini deh, saya juga pernah punya masalah rumit. Super duper extraordinary rumit. Untuk keluar dari kerumitan yang kita butuhkan adalah mampu mengenali suara hati kita yang sesunguhnya, berani mengikuti suara hati kita. Namun, tetap memikirkan donk tanggung jawab kita terhadap orang lain yang selama ini sudah kita ajak menjalin hubungan..
Buat yang sedang pusing pusing dan stress bisa baca tips Lawan Stress Dengan Cara Ini Yuk

Yuk tetap semangat dengan apapun yang kita hadapi. 

Minggu, 02 Juni 2019

Psikologi Perkembangan Ala Rousseau “Naturalisme” Part 1


Psikologi Perkembangan Ala Rousseau
“Naturalisme”

“Man is born free, and everywhere he is in chains”
-JJ Rousseau-

Bedanya Rousseau dengan John Locke, natural vs dikte lingkungan
Pada tulisan sebelumnya yang khusus membahas tentang Psikologi Perkembangan saya pernah menulis dua topic yaitu preformasionisme dan tabula rasa John Locke yang sangat terkenal itu. Jean Jacques Rousseau (1712-1778) memaparkan sebuah pandangan mengenai anak-anak dan juga perkembangannya secara sangat berbeda dari dua pandangan tersebut. Mari kita ingat,
a.       pertama preformasionisme adalah anggapan bahwa anak anak adalah bentuk kecil orang dewasa.
b.      Kedua, tabula rasa John Locke meyakini bahwa anak anak adalah kertas kosong yang perkembangannya sangat bergantung bagaimana lingkungan berlaku terhadapnya.
Rousseau menyatakan bahwa anak-anak bukanlah kertas kosong apalagi miniatur orang dewasa. Anak-anak memiliki mode perasaan dan pikiran sendiri menurut kehendak alam. Bahkan anak-anak sesungguhnya sudah punya bekal dari alam (natural) untuk tumbuh menjadi pribadi yang sehat. Rousseau sangat yakin bahwa penting bagi kita untuk membiarkan anak berkembang secara bebas dan membiarkan alam menuntunnya.
Locke sangat percaya bahwa lingkungan lah yang akan membentuk karakter anak-anak. Lingkungan A akan mencetak kepribadian A, B mencetak B dan seterusnya. Dalam terminologi Locke kita harus mendidik anak anak sesuai lingkungan, norma-norma, nilai-nilai lingkungan. Namun, menurut Rousseau jika kita mengacu pada pemikiran Locke maka orang dewasa versi John Locke adalah orang dewasa yang hanya akan berperilaku, berpikir dan meyakini kebenaran sesuai lingkungannya. Bahkan hidupnya selalu bergantung pada opini orang lain, sampai dia lupa bagaimana berpikir dengan kepalanya sendiri dan melihat dengan matanya sendiri.
Rousseau menolak bahwa kita harus selalu mendikte hal hal yang harusnya anak-anak lakukan, pikirkan atau yakini. Kita memang harus mengajari mereka berpikir dengan cara-cara yang benar menurut kita. Namun, kita juga harus membebaskan anak untuk belajar dengan cara mereka sendiri, menyempurnakan pemikiran mereka sendiri. Artinya kita tidak harus selalu mendikte hal apa yang harus dan yang tidak harus dilakukan mereka.Hal itu penting agar anak-anak belajar mempercayai kekuatan penilaian mereka sendiri. Sehingga nantinya akan menjadi pribadi yang percaya diri akan ide ide original nya.
Karya penting Rousseau adalah Kontrak Sosial dan Emile. Dalam “Kontrak Sosial” Rousseau membuka pemikirannya dengan sebuah ide bahwa manusia pada dasarnya baik dan bisa hidup bahagia berdasarkan hasrat-hasrat spontan namun manusia selalu diperbudak oleh kekuatan sosial. Sedangkan Emile adalah buku utama Rousseau tentang pendidikan dan perkembangan. Emile adalah anak laki-laki yang menjadi tokoh dalam bukunya yang digunakan untuk menjelaskan perkembangan anak yang sehat sesuai rencana alam. Hal ekstrem yang kita pelajari darinya adalah bahwa dia menolak seluruh peraturan ilahiah raja dan beragam ortodoksi keagamaan yang membuat buku-bukunya dibakar di Jenewa dan membuatnya diusir dari Prancis.
Oke cukup sekian dulu untuk part ini,,
Pada part berikutnya saya akan bahas tentang tahapan perkembangan anak menurut Rousseau..


Senin, 22 April 2019

Kontemplasi: Aku Jalani, Aku Perempuan



Sebagai wanita dari keluarga yang minim secara ekonomi, pendidikan dan pengetahuan agama, Saya secara otomatis belajar menjadi wanita yang berjiwa besar.

Ketika saya ingin fokus hanya pada masalah pengasuhan anak, saya tidak bisa abai dengan keluarga saya yang membutuhkan bantuan ekonomi.

Sebab membantu orang lain, apalagi keluarga saya sendiri, adalah sebuah panggilan alami yang tidak pernah bisa saya abaikan.

Sebagai wanita yang telah menempuh pendidikan tinggi, saya harus menjadi wanita berjiwa besar yang mampu memikirkan dan merealisasikan sebuah keadaan yang mengutamakan kepentingan bersama.

Saya harus bisa membangun sebuah visi di mana saya mampu menjadi ibu yang baik, istri setia yang mendukung cita cita suaminya, dan anak yang baik yang membantu penghidupan orang tu

Semoga Tuhan selalu memberi keberkahan dalam hidup keluarga kami.

Terima kasih, Kartini.
Aku Jalani, Aku Perempuan
  
As a woman from a family that lacks economics, education and religious knowledge, I automatically learn to be a big souled woman.  

When I want to focus solely on the issue of parenting, I cannot ignore my family who needs economic assistance. Because helping others, especially my own family, is a natural calling that I can never ignore. 

As a woman who has studied higher education, I have to be a big souled woman who is able to think and realize a situation that prioritizes common interests. 

I have to be able to build a vision where I am able to be a good mother, a good child who helps the lives of parents, and a loyal wife who supports her husband's ideals.  

May God always give blessings to our family life. 

Thank you, Kartini. I Live, I'm Woman

My Silent Note

Senin, 01 April 2019

Tips : Melihat, Mendengar atau Melakukan Yang Mana Gaya Belajar Kamu?



Melihat, Mendengar atau Melakukan
Yang Mana Gaya Belajar Kamu?


source picture: teachingenglishgames.com



Hay apakah kamu pernah melihat temanmu yang sebelum ujian dia suka menulis kembali materi materi yang telah dipelajari? Dia suka sekali menulis dan bicaranya sangat cepat. Ada juga mungkin, teman kamu yang sambil mengerjakan tugas suka bicara sendiri? Dia menyukai mendengarkan seminar daripada membaca buku? Atau yang terakhir nih kamu atau teman kamu termasuk orang yang harus praktik dulu baru paham? Kamu banyak menggerakan anggota badan saat bicara?
Apa yang tertulis di atas mewakili ciri ciri gaya belajar setiap orang. Orang pertama di tulisan di atas kemungkinan adalah orang yang memiliki gaya belajar VISUAL. Orang kedua bisa saja seorang pembelajar AUDITORI. Orang terakhir adalah orang yang disebut dengan pembelajar KINESTETIK.
Apa sih GAYA BELAJAR itu? Apa pentingnya kita tahu gaya belajar kita atau orang di sekitar kita? Gimana ciri ciri orang VISUAL, AUDITORI, dan KINESTETIK? Mari kita bahas satu demi satu yaak

GAYA BELAJAR
Gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, di sekolah dan dalam situasi-situasi antar pribadi. Gaya belajar tiap orang berbeda-beda. Ada yang cenderung pada indera penglihatan, pendengaran dan peraba. Gaya belajar adalah kecenderungan seseorang dalam menyerap informasi di sekelilingnya. Ada orang yang cenderung sangat memahami sesuatu dengan MELIHAT (visual), ada yang cenderung sangat memahami sesuatu dengan MENDENGAR (AUDITORI), ada juga orang yang baru paham kalau dia sudah mengalami/ MEMPRAKTIKAN (KINESTETIK). Namun, ada juga yang bisa dengan ketiga nya.
Saat membahas mengenai gaya belajar para peneliti menggunakan dua konsep yaitu:
1.       Modalitas = cara termudah kita menyerap informasi
2.       Dominasi otak = cara kita mengatur dan mengolah informasi
Gaya belajar seseorang adalah kombinasi dari bagaimana kita menyerap dan kemudian mengatur serta mengolah informasi.
Jadi gaya belajar adalah kecenderungan kita menyerap informasi dengan paling efektif. Gaya belajar ada tiga yaitu Visual, Auditori, dan Kinestetik

KENAPA KITA PERLU TAHU GAYA BELAJAR KITA atau ORANG LAIN?
Jika kita mengetahui gaya belajar kita sendiri maka hal itu akan sangat baik bagi kita. Kita bisa menentukan strategi-strategi belajar yang memang paling efektif. Bayangkan kita sudah meluangkan banyak waktu untuk belajar tapi ternyata kita belajar dengan strategi yang salah, alhasil kita gak mudeng, gak paham, dan banyak informasi yang Cuma mampir saja dan gak tersimpan di otak. Coba kalau kita tahu gaya belajar kita, kita bisa belajar dengan metode metode yang tepat. Misalkan dengan melihat gambar dan tulisan, dengan mendengarkan ceramah, atau dengan mempraktikannya secara langsung.
Memahami gaya belajar orang lain akan membantu kita memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain. Dengan mengetahui kalau rekan kita adalah seorang auditori, maka kita tidak akan memaksa dia untuk tertarik dengan hobi kita membaca berpuluh-puluh buku. Dengan mengetahui kalau pasangan kita adalah seorang visual maka kita mengajaknya melihat berbagai pemandangan yang indah, membaca buku, dan mengirim kata kata romantis akan lebih berkesan daripada merayunya dengan kata-kata di telpon terus terusan. Hihi.. contoh aja.

Ciri ciri pembelajar dengan modalitas VISUAL
Berikut adalah point point tanda bahwa seseorang adalah pembelajar visual
1.       Orangnya biasanya rapi dan teratur
2.       Dia berbicara sangat cepat dibanding orang lain
3.       Dia adalah perencana dan pengatur jangka panjang yang baik
4.       Dia teliti terhadap detail
5.       Mementingkan penampilan baik dalam hal pakaian maupun presentasi
6.       Pengeja yang baik dan dapat melihat kata kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka
7.       Mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar
8.       Mengingat dengan asosiasi visual
9.       Biasanya tidak terganggu dengan keributan
10.   Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan sering meminta orang untuk mengulangi instruksi
11.   Pembaca cepat dan tekun
12.   Lebih suka membaca daripada dibacakan
13.   Membutuhkan padangan dan tujuan yang menyeluruh dan bersikap waspada sebelum secara mental merasa pasti tentang suatu masalah atau proyek
14.   Mencoret coret tanpa arti saat bicara di telpon atau di rapat
15.   Lupa menyampaikan pesan verbal pada orang lain
16.   Sering menjawab pertanyaan dengan singkat, ya atau tidak
17.   Lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato
18.   Lebih suka seni daripada musik
19.   Sering kali mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai memilih kata-kata

Ciri ciri pembelajar dengan modalitas AUDITORI
Berikut adalah point point tanda kalau kamu seorang auditori
1.       Berbicara kepada diri sendiri saat bekerja
2.       Mudah terganggu oleh keributan
3.       Menggerakan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
4.       Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
5.       Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama dan warna suara
6.       Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
7.       Berbicara dalam irama yang terpola
8.       Biasanya pembicara yang fasih
9.       Lebih suka musik daripada seni rupa
10.   Belajar dengan mendengarkan, lebih mengingat apa yang didiskusikan daripada apa yang dilihat
11.   Suka berbicara, suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar
12.   Mempunyai masalah dengan pekerjaan yang melibatkan visualisasi
13.   Lebih pandai mengeja keras daripada menuliskannya
14.   Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik

Ciri ciri pembelajar dengan modalitas KINESTETIK
1.       Berbicara dengan perlahan
2.       Menanggapi perhatian fisik
3.       Menyentuh orang untuk mendapat perhatian mereka
4.       Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang
5.       Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak
6.       Mempunyai perkembangan awal otot otot yang besar
7.       Belajar melalui manipulasi dan praktik
8.       Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
9.       Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
10.   Banyak menggunakan isyarat tubuh
11.   Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama
12.   Tidak dapat mengingat geografi kecuali jika mereka memang telah berada di tempat tersebut
13.   Menggunakan kata kata yang mengandung aksi
14.   Kemungkinan tulisannya jelek
15.   Ingin melakukan segala sesuatu
16.   Menyukai permainan yang menyibukkan
Nah sekian dulu untuk tulisan tentang Gaya Belajar part 1 ...
Di tulisan part 2 nanti akan kita lihat ya kira kira strategi belajar seperti apa yang cocok untuk masing masing modalitas. Walaupun sebenernya sudah bisa diketahui dengan melihat ciri ciri di atas yaay
Kalau aku sendiri merasa aku kok campuran semua gaya yaa.. Hehehe

Refleksi Pelatihan Guru Merdeka Belajar

Refleksi Pelatihan Guru Merdeka Belajar                                                                         picture: wmnf.org ...